Observasi novel Hujan
Ririn Dwi Ariani
10 MIPA 1
Bahasa Indonesia
Biodata
Judul buku: hujan
Penulis: Tere Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis
Novel ini mengisahkan percintaan dan perjuangan hidup seorang perempuan bernama Lail. Ketika Lail baru berusia 13 tahun, dirinya harus menjadi seorang anak yatim piatu. Di hari pertama ia sekolah, ada sebuah bencana gunung meletus dan gempa dahsyat sehingga menghancurkan kota di mana ia menetap, bahkan merenggut nyawa ibu serta ayah Lail.
Letusan Gunung Api Purba melebihi letusan dari Gunung Krakatau dan Gunung Api Tambora. Beruntungnya, ia berhasil ditolong dan diselamatkan oleh seorang anak laki-laki berusia 15 tahun, Esok namanya. Ibu Esok tidak meninggal, tetapi kedua kakinya diharuskan diamputasi.
Selama kurang lebih satu tahun dari bencana tersebut, Lail dan Esok tinggal di sebuah pengungsian, keduanya tidak terpisahkan bagaikan kakak dan adik, semua orang pun mengetahui mereka berdua. Keduanya pun kerap kali membantu petugas pengungsian. Sampai akhirnya, pemerintah memberikan pemberitahuan untuk menutup tempat pengungsian. Hal itulah yang menyebabkan Esok dan Lail menjadi terpisah.
Tokoh dan watak
1) Lail: Tokoh utama perempuan
Tokoh utama yang mendominasi seluruh cerita dalam novel adalah Lail. Lail adalahgadis yatim-piatu yang berumur hampir 21 tahun. Dia merupakan gadis yang suka bekerja keras dan pemberani. Dia rela berjuang, dan sangat serius jika melakukan sesuatu hal, akhirnya Lail resmi menjadi anggota relawan dan pengalamannya telah menginspirasi dan dikenang oleh banyak orang karena menyelamatkan ribuan penduduk saat bencana banjir.Lail juga merupakan seorang gadis mempercayai kekuatan doa, ia percaya bahwa dengan berdoa keajaiban akan datang. Ia juga merupakan anak yang sering merasa iba jika melihat orang lain kesusahan. Selain itu, Lail adalah gadis penggemar hujan karena hujan sangat identik denganperasaan.Lail berjuang melupakan segala hal menyakitkan dalam hidupnya yang terjadi saat hujan turun. Tokoh Lail dalam novel Hujan karya Tere Liye digambarkan dengan menggunakan teknik dramatik. Karena digambarkan dengan tindakan, perbuatan, dan sikap yang dilakukan oleh tokoh Lail.
2) Esok (Soke Bahtera) Esok merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Esok adalah tokoh yang mandiri. Kemandiriannya sudah terlihat sejak ia masih kecil. Esok yang memiliki watak mandiri karena ayahnya telah meninggal sejak ia berusia dua tahun. Ia juga seorang anak laki-laki yang penyabar dan penyayang.
3) Maryam (sahabat Lail)
Maryam adalah seorang gadis berambut kribo yang memiliki selera humor, tingkahnya terkesan lucu dan terkadang konyol.Gadis ini memiliki suara khas melengking. Tokoh Maryam diceritakan dengan menggunakan teknik analitik. Maryam merupakan teman satu kamar Lail di Panti Sosial. Maryam juga merupakan remaja yang baik dan memiliki rasa setia kawan yang tinggi. Dan secara dramatik tokoh Maryam digambarkan juga memiliki karakter cepat bosan terhadap sesuatu.
4) Ibu Lail
Ibu Lail adalah perempuan yang penyayang dan pantang menyerah.la sangat menyayangiLail. Ia mengerahkan seluruh tenaganya demi anaknya tercinta. Ia tidak menyerah sampai akhir hayatnya. Tokoh ibu Lail digambarkan dengan teknik dramatik.
5) Ibu Esok
Ibu Esok adalah perempuan yang berusia 45 tahun, rambutnya sudah beruban, dan kakinya diamputasi. Wanita penggemar kue ini memiliki watak yang penyayang, telaten, dan pasrah dalam menerima keadaan atau takdir.
6) Ibu Suri (penjaga panti sosial)
Ibu Suri adalah pemimpin dari dua belas petugas panti sosial yang memiliki wajah galak dan sangat disiplin dengan tujuan mendidik seluruh anak-anak panti sosial. Ibu Suri berusia lima puluh tahun. Selain itu, Ibu Suri juga terkadang suka bergurau dengan anak-anak panti. Tubuh besarnya sampai terguncang jika ia tertawa.
7) Wali Kota (orang tua angkat Esok)
Secara analitik Wali Kota dan Istri Wali Kota dikenal sebagai pahlawan. Karena berkat dialah masa darurat bisa dilewati dengan baik. Namun, di balik semua itu ia juga memiliki karakter egois serta pamrih.
8) Claudia (saudara angkat Esok)
Claudia adalah Putri Wali kota yang sangat cantik dan ramah. Walaupun ia seorang putri dari keluarga terpandang, tetapi dia tidak pernah sombong. la ingin berkawan dengan siapa saja termasuk dengan Lail walaupun Lail hanya anak panti sosial. Tokoh Claudia diceritakan dengan menggunakan teknik dramatik. 9) Elijah (paramedis) Elijah adalah paramedis senior yang bertanggungjawab pada tugasnya, yaitu sebagai perantara antara pasien dengan alat terapi modifikasi ingatan Sebagai seorang paramedis senior, Elijah memiliki tugas yang besar. Elijah hanyalah sebagai fasilitator, perantara agar bando logam di kepala bekerja efektif. Elijah harus ekstra sabar dalam menghadapi dan mendengarkan keluhan dari pasiennya.
Kelebihan
dalam novel ini terletak pada topik atau tema yang diangkat, dibungkus dengan bahasa yang ringan dan sederhana sehingga mudah dipahami. Walaupun novel ini memiliki halaman yang terbilang tebal, tetapi alur ceritanya sangatlah menarik perhatian dan minat para pembacanya.
Alur ceritanya sesuai, tidak bertele-tele, dan tidak dipanjang-panjangkan sehingga pembaca tidak akan jenuh. Kemudian, ada beberapa bagian yang ceritanya terkesan dipercepat, membuat alur ceritanya sulit diterka-terka oleh pembacanya dan membuat penasaran
Kekurangan
Penulis mengilustrasikan karakter dari sosok Lail dengan kurang kuat. Dalam hal ini, Lail hanyalah seorang gadis lemah, mudah menangis, dan tidak mempunyai sikap inisiatif. Mungkin dapat dikatakan apabila tidak adanya sosok Maryam, Lail bisa saja tidak dapat mencapai titik keberhasilan.
Komentar
Posting Komentar